Setelah selesai kuliah Hye Ra pun langsung pulang kerumahnya. Hari ini ibu Hye Ra akan makan malam bersama. Ibu Hye Ra sangat sibuk selama ini, bahkan sangat jarang untuk hanya sekedar makan malam bersama. Hari ini pula nenek dan kakek akan membicarakan sesuatu yang penting pada Hye Ra dan ibunya, Karena hal itulah Hye Ra segera pulang kerumahnya, dan membantu nenek menyiapkan makan malam.“nenek, aku pulang!”. Teriak Hye Ra dari depan pintu rumahnya.“oh, kau sudah pulang Hye Ra ku sayang! Sekarang gantilah pakain mu,
bantu nenek menyiapkan makan malam!”. Kata Nenek sambil mengusap rambut Hye Ra.
“baiklah nek, aku akan segera kembali untuk membantumu!”.
Tak lama kemudian Hye Ra pun kembali menemui neneknya di dapur. Dan
kakek pun yang baru bangun dari istirahatnya, ikut membantu menyiapkan makan
malam di dapur. Setelah semua hampir siap, terdengar suara mobil dari luar
rumah, ibu Hye Ra sudah pulang, Hye Ra pun menghampiri ibunya yang baru pulang
itu.
“ibu, kau sudah pulang, sini biar ku bantu membawakan tas mu!”. Kata
Hye Ra dengan penuh semangat.
“terimakasih anak manis! Ibu akan mengganti pakaian dulu setelah itu
kita akan makan bersama”. Kata ibu sambil berjalan menuju kamarnya.
Mereka semua pun sudah berkumpul di meja makan. Mereka semua
menikmati hidangan yang dimasak nenek dengan sangat istimewa itu. Setelah hampir
menyelesaikan makan mereka, kakek memulai pembicaraan serius diantara mereka.
“baiklah, sekarang kakek akan bicara serius! Ini mengenai, masa
depan Hye Ra!”.
“apa yang ayah bicarakan? Memang ada apa dengan masa depan Hye Ra?”.
Tanya ibu Hye Ra yang terlihat bingung dengan maksud kakek.
“sebelumnya, aku akan mengatakan!em... dulu ketika kau masih kecil Se Young, ayah
ingin menjodohkanmu dengan anaknya teman baik ayah! Namun rencana itu gagal,
karena ternyata anak dari teman baik ayah dan ibu adalah perempuan, maka kami
membatalkan perjodohan antara kau dengan anaknya. Dan sekarang teman baik ayah
itu sudah meninggal dunia, dan istrinya sedang dalam keadaan yang tidak baik
sekarang, dan untuk memenuhi janji dimasa lalu. Perjodohan akan tetap dilaksanakan
namun antara Hye Ra dengan salah satu cucu laki-lakinya!”.
“apa ayah? Maksud ayah, ayah akan menjodohkan anak ku dengan cucu
teman baik ayah! Tapi dia anak ku yah, dia harus hidup bahagia dan hidup dengan
orang yang di cintainya! Aku tidak ingin dia menderita sepertiku! Ayah
mengertikan perasaanku?”.
“ayah, sangat mengerti perasaan mu, tapi ini adalah janji! Dan janji
harus ditepati!”.
“tidak! Aku tidak akan mengizinkanya! Ayah selalu saja egois! Kau
hanya memikirkan janjimu dengan temanmu, tapi tidak memikirkan perasaan ku dan
Hye Ra”.
“sudahlah kalian jangan bertengkar! Kalian membuat kepala ku sakit
saja!! Aduh... kepalaku sakit sekali!”. Kata nenek sambil memegangi kepalanya
dan tampak sangat kesakitan.
“nenek, kau tidak apa-apa?”. Teriak Hye Ra.
“ibu, kau baik-baik saja?”.
“istriku, mari aku bantu kau! Kau harus beristirahat, sini jalanlah
pelan-pelan! Aku akan membantumu! Lepaskan tanganmu, biar aku saja yang
membantunya berjalan!”. Kata Kakek sambil menuntun nenek menuju kamar dan
melepaskan tangan ibu Hye Ra dari tangan nenek.
Kemudian, Hye Ra langsung menghubungi dokter yang biasa memeriksa
nenek. Hye Ra dan ibunya hanya saling bertatapan dan tidak berbicara apapun,
mereka berdua menunggu didepan pintu kamar kakek dan nenek. Karena dokter yang
tadi Hye Ra telpon sedang memeriksa nenek.
“apa nenek menjadi sakit
karena masalah perjodohan itu? Aku tidak ingin nenek sakit, sejak aku bayi,
yang merawatku adalah nenek! Aku tidak ingin membuatnya sedih dan terluka! Apa
aku harus menerima perjodohan itu? Tapi apakah orang yang akan dijodohkan
dengan ku itu orang yang baik? Apa dia juga tampan?aaaaarrrrgghh..... Aku
bingung sekali sekarang! Apa yang harus aku lakukan?”. Kata Hye Ra dalam
hatinya.
Kemudian dokter pun keluar dari kamar nenek, dan memberikan sebuah
resep obat kepada kakek, kakek sempat berbisik pada dokter itu, untuk tidak
memberitahu keadaan nenek pada Se Young, ibu Hye Ra Karena perselisihan diantara
mereka.
“dokter bagaimana keadaan ibu saya?”. Tanya Se Young pada dokter.
Namun dokter tidak menjawab pertanyaan Se Young karena permintaan kakek. Dokter
pun berpamitan untuk pulang.
“ayah! Kenapa ayah tidak memberitahu ku bagaimana keadaan ibu! Aku
sangat cemas dengan keadaannya sekarang! Ayolah ayah katakan!”.
“tidak!! Kau ini, memang keras kepala! Dulu kau memaksa untuk
menikah dengan pria itu, nah sekarang kau lihatkan, kau ditinggalkan olehnya
begitu saja! Lihatlah betapa menyedihkannya kau ini!”.
“ayah! Ayah tidak seharusnya berkata seperti itu! Hye Ra masuk
kedalam kamarmu sekarang!”.
“tapi bu! Aku ingin tahu keadaan nenek didalam”.
“Hye Ra, kalau begitu masuklah! Temani nenekmu, dia membutuhkanmu”.
Kata Kakek yang menyuruh Hye Ra masuk dan langsung menutup pintu kamar setelah
Hye Ra masuk kedalam.
“hah.... kenapa ini terjadi kepadaku?”. Kata ibu Hye Ra sambil duduk
sendiri di depan meja makan sambil minum.
“Ma Jun Pyo........... kau benar-benar tidak tahu diri! Kau lihat
sekarang kehidupanku! Aku menyesal menikah dengan mu! Aarrrggghh... tidak ku sangka
kau berani melakukan ini pada ku! Aku sangat membencimu! Kau lihat saja nanti
pembalasanku! Hye Ra maafkan ibu, seharusnya ibu selalu membuatmu bahagia! Dan
kau harus bahagia! Jangan seperti ku!”. Kata ibu Hye Ra yang sudah mulai mabuk.
Sedangkan didalam kamar, Hye Ra tidur di sebelah neneknya. Nenek
memeluk Hye Ra dengan erat dan dengan penuh kasih sayang. Sedangkan kakek duduk
didepan televisi dan menonton berita malam di TV. Hye Ra pun mendekap neneknya
lebih kuat setelah nenek mencium kening Hye Ra cucu kesayangannya.
“Hye Ra.... apa kau mau melakukan perjodohan itu? Nenek sangat
mengharapkan kau mau melaksanakannya! Nenek ingin mencarikan kau jodoh yang
terbaik! Nenek tidak ingin kau bernasib sama seperti ibumu yang
ditinggalkan ayahmu begitu saja!”.
“tapi nek...... aku tidak suka dijodoh-jodohkan seperti ini!”.
“kau berkenalan saja dulu dengannya, sebelum kau memutuskannya
sekarang!”.
“Hye Ra! Pokoknya kakek tidak mau tahu kau harus mau melaksanakan
perjodohan ini! Kakek sudah terlanjur janji, dan kakek juga tidak mau kau
bernasib sama dengan ibu mu! Pokoknya kau harus melakukannya kalau kau memang
sayang pada kakek mu ini!”.
“kakek......... ini tidak mudah!”.
“kakek mohon jangan bantah kakek! Sekarang kau kembalilah kekamarmu,
ini sudah malam tidurlah lebih awal, besok bukanya kau akan kuliah pagi-pagi
sekali?”.
“oh, iya kek! Untung kakek mengingatkanku, kalau begitu aku pergi ke
kamarku dulu! Nenek istirahat supaya cepat sembuh, dan kakek, ku harap kakek
menjaga nenek dengan baik”.
“sudahlah sana tidur! Jangan lupa suruhlah ibumu itu tidur juga!”.
Kata kakek menunjuk kearah ibu Hye Ra yang sedang duduk termenung di meja
makan.
“baiklah kek! Selamat malam”. Hye Ra pun menghampiri ibunya.
“ibu sebaiknya ibu tidur sekarang, ini sudah sangat malam! Ibu habis
minum ya?”. Kata Hye Ra sambil melihat kearah ibunya yang sedang tertunduk
lesu.
“ah, tidak apa-apa Hye Ra, kau tidur saja dulu sana! Bukanya kau
besok harus kuliah! Ibu masih harus mencuci piring!”.
“biar aku saja yang mencuci piring!”.
“tidak perlu! Kau tidur saja dulu sana!”. Ibu pun langsung mencuci
piring dan membereskan meja makan.
“tapi setelah ini selesai, ibu harus langsung tidur”. Kata Hye Ra
sambil menatap mata ibunya, dan ibunya hanya menganggukkan kepala.
Keesokan harinya, hari baru pun dimulai. Pagi-pagi sekali ibu sudah
bangun dan menyiapkan sarapan, karena nenek sedang kurang sehat, maka yang
memasak untuk sarapan adalah ibu. Setelah sarapan siap, kakek pun keluar dari
kamarnya, mengambil sarapan yang ada dimeja makan dan membawanya masuk kedalam
kamar, kakek akan sarapan bersama nenek dikamar. Kakek dan ibu Hye Ra tidak
berbicara, bahkan tidak saling menyapa.
“ibu, kita sarapan bersama ya! Aku akan mengambilkannya untuk ibu!
Ibu harus makan yang banyak ya!”. Kata Hye Ra mencoba menghibur ibunya.
“Hye Ra, hari ini ibu akan pergi kekantor catatan Negara untuk
mengubah margamu!”.
“memang kenapa bu? Kenapa marga ku harus diganti? Bukankah ini
sesuai marga ayah?”.
“ibu tidak ingin kau menyandang nama laki-laki itu! Nama mu akan
menjadi Kang Hye Ra mulai sekarang! Ibu akan urus semuanya sebelum ibu pergi
bekerja!”.
“tapi bu.....!”
“ini yang terbaik! Dengarkan apa yang ibu katakan!”.
“baiklah aku mengerti, apakah ayah ada di Seoul sekarang?”.
“kenapa kau Tanyakan itu? Ibu tidak tahu dimana ayahmu! Sudah
lupakan saja dia! Ibu harap kau anggap saja laki-laki itu sudah tidak ada! Ibu
akan berangkat sekarang, kau habiskan sarapanmu sebelum berangkat kuliah!”.
Kata Ibu sambil membereskan barang-barangnya lalu mencium kening Hye Ra, dan
kemudian pergi.
“hah..... kenapa hidupku seperti ini? Kuharap ini semua hanya
mimpi!”.
Tiba-tiba kakek datang dan menghampiri Hye Ra.
“Hye Ra... minggu depan kau akan bertemu dengan orang yang akan
dijodohkan denganmu!”.
“tapi kek! Aku kan tidak bilang setuju dengan perjodohan itu!”.
“kalau kau merasa cucu kakek dan masih menganggap aku ini kakek mu
kau harus mau!”.
“kakek tidak bisa begitu dong kek!”.
“dengarkan kakek! Apa kau mau bernasib sama dengan ibumu?
Ditinggalkan begitu saja oleh laki-laki yang selama ini dibelanya! Nyatanya
sekarang laki-laki itu pergi meninggalkan mu dan ibu mu! Bahkan dengan teganya
meninggalkanmu yang baru berusia 10 tahun demi wanita lain!”.
“kakek.... bagaimana pun dia ayahku!”.
“masih saja kau membelanya! Dasar anak nakal!”. Kata Kakek sambil
memukul Hye Ra dengan kipas yang ada ditangannya.
“aduh, kakek sakit......! kakek menyebalkan! Sekarang sebaiknya aku
pergi kuliah saja!”. Hye Ra pun mengambil tasnya dan segera menuju keluar
rumah.
“Hye Ra tunggu! kakek belum selesai bicara! Pokoknya minggu depan
kau harus bertemu dengannya! Pemuda itu tampan Lho! Kakek tidak bohong!”.
Teriak kakek.
Hye Ra pun tidak menghiraukannya. Dan kakek pun kembali masuk
kedalam kamar untuk menjaga nenek yang sedang sakit. Akhirnya Hye Ra pun sampai
di kampus, ia langsung menuju ruang perpustakaan untuk meminjam beberapa buku
yang ia perlukan untuk referensinya.ketika sedang mencari buku ternyata ada
Yong Hwa dibelakangnya. Yong Hwa Pun mengejutkannya sampai buku yang dibawa Hye
Ra pun terjatuh.
(Bagaimana Kelanjutan Kisahnya...???? Tunggu postingan selanjutnya ya!!)Originaly Written by Mayda Mentari Nugraha Putri and posted by Narawungi Dasandriya







0 comments:
Post a Comment